June 28, 2006

it’s not a good-bye but a SEE YOU LATER!

me and my "new" brother!hiks hiks hiks… *mode sedih*
pernah nggak ngerasain sesuatu yang aneh… yang pasti sedih campur “hampa”, setelah ditinggal seseorang pergi jauh (benernya juga gak jauh2 amat gitu)??? kalau itu seseorang yang biasa ada di dekat kita terus tiba-tiba gak ada pasti ada lah ya perasaan itu… tapi kalo itu orang yang you even barely know him?? dan bahkan di awal kehadirannya, kamu enggak antusias, cuek dan (pernah hampir) berharap dia nggak jadi dateng ???

itu tuh… seseorang yang ada di sampingku itu (di foto) adalah orang ke-3 dalam hidupku yang bikin aku nangis (hehehe cengeng!) karena ditinggal pergi ama dia… ahahahaha huwaaaaa hiks hiks hiks *nerusin nangis* sebenernya dah pengen nangis pas dipeluk di airport, tapi gengsi :P gak mo malu, ada mamah, mbak-mas jaga pintu airport yang ngeliatin… hehehe >.< tapi percaya gak percaya seharian itu aku nahan rasa panas di mataku… dan malemnya nahan air mata yang sudah siap mengucur pas tahu mamah & papah juga merasakan hal yang sama t_t akhirnya, nangis di kamar… hoaaaa… gak enak pokoknya ngerasain ituh!!! di dada rasanya pilu… serasa ada sesuatu yang hilang dari diriku…

padahal dia di jogja gak lebih dari 2 x 24 jam! padahal kita pun ngobrol2 cuma pas setiap makan malem dan pas nungguin bikin name tag di perko malioboro!! but how could he make such big things in my life ?? bahkan sebelumnya pun aku gak pernah berhubungan ama dia… even hardly ever hear any story about him… emang siapa dia?!?!?

uhmmmm…. *sigh* a “newly” found brother. my parent’s “first” son. a very caring and loving brother. dia itu sebenernya seseorang dari masa lalu-nya orangtuaku. jadi ceritanya dulu pas papahku menuntut ilmu di negeri antah berantah, mamahku nanny-nya dia. tapi saking deketnya udah dianggep kayak anak sendiri, makan tidur dan sebagainya sama mamahku. bahkan si-dia-kecil sempet bisa ngomong sedikit2 bahasa indonesia *untuk urusan makan*.

perjalanan dia kesini yang cuman 3 hari 2 malam (yang sebenernya efektifnya cuma 1 hari 1 malam!) itu adalah perjalanan mencari tahu “masa lalu”-nya dan “pulang” visiting his “mommy and papee” *yang mamah-papahku jugak*. Bahkan perjalanan dia dipercepat karena setelah mendengar ada gempa yang meluluh-lantakkan jogjakarta bagian selatan-timur sampai klaten… *katanya sih…*

ah, andai dia bisa lebih lama di sini! ah, andai aku tidak begitu bodohnya “meninggalkan” kamdigku *padaal aku jarang pergi jalan2 tanpa kamdig*! walhasil aku cuman punya foto capture an dari video tape! anda kita kenal sejak dulu! andai andai andai…

few facts that made me cry + out loud (jadi gak sekedar nangis ajah :P ):
- dia kasih mamahku boneka kayu khas rusia yang udah dipengenin mamahku beberapa hari ini… *ada ikatan batin kali ya ?* dan boneka itu bentuknya winnie the pooh cs. (pooh, tiger, eyore, owl, piglet) padahal karakter itukan favoritku!!! huwaaa… *ada ikatan batin juga kali ya :P *
- aku nyesel gak nemenin dia ke borobudur & nonton bola sampe tengah malem… x_x
- mamahku nyesel, kita gak punya foto “sekeluarga”, gara2 kakakku malah sibuk ma urusannya sendiri2.
- di malam setelah dia pergi papahku sempet ngomong, “rasanya aneh juga ya ditinggal dia pergi…” hehehe berasa bener2 darah dagingnya kali :P
- something… something from him, his character, his care and attention, gimana dia menganggap keluarga ‘kami’… *bahkan dia panggil mamahku dengan ‘mommy’ dan ‘papee’, kakakku dengan “big brother” ya emang gedhe sih badannya :P , and sister to me! *

brother, ’til the day i see you!!!
*semoga aku juga jadi international commuter, jadi kita bisa ketemu in every part of this world… amin*



June 24, 2006

mijn prins. ergens daar…

theme song: What Can I Do - The Corrs

dia yang ada di sana.
dia yang selalu menyapa dengan penuh kehangatan,
di kala rasa lelah menghampiriku.
dia yang bisa membuatku tersenyum,
dengan candanya yang jenaka.
dia yang selalu bisa menenangkan hatiku dengan “kalem ae“-nya,
dengan petuah-petuah bijak yang telah teruji olehnya,
ketika aku menghadapi masalah yang pelik.
dia yang selalu bercerita tentang pekerjaannya, dirinya, hidupnya,
sampai seringkali membuatku suntuk dan berkata di dalam hati “kapan dong giliranku cerita?!?!?!”,
tapi aku jadi kesepian setengah mati dan menunggu-nunggu kalau dia tak kunjung menampakkan diri ;)

dia yang selalu mengabarkan kalau dalam beberapa minggu ini akan berada kembali di jogja. *terus ngapah? sapah yang nanya?*
dia yang bersuka cita ketika tahu waktu liburan yang bersamaan. *emang mo liburan bareng apah? ge er ajah!*
dia yang mau begadang sampai pagi, menemaniku ngobrol di tengah keletihannya. *bukannya kebalik tuh? :P *
dia yangg… uhm, begitu perhatian! *ge er! ge er! ge er!*
dia yang kini sudah mulai membuatku memupuk harapan! *damn, i hate being in this situation!*

I haven’t slept at all in days
It’s been so long since we’ve talked
And I have been here many times
I just don’t know what I’m doing wrong

What can I do to make you love me
What can I do to make you care
What can I say to make you feel this
What can I do to get you there

There’s only so much I can take
And I just got to let it go
And who knows I might feel better
If I don’t try and I don’t hope

What can I do to make you love me
What can I do to make you care
What can I say to make you feel this
What can I do to get you there

No more waiting, No more aching
No more fighting, No more trying

Maybe there’s nothing more to say
And in a funny way I’m calm
Because the power is not mine
I’m just gonna let it fly

What can I do to make you love me
What can I do to make you care
What can I say to make you feel this
What can I do to get you there

Love me..



June 19, 2006

sebenernya ini hanya soal makan sesudah mandi…

aku baru “ngeh” tadi sore pas sebelum mandi, kalau aku ini ternyata nggak pernah ngelakuin sesuatu langsung “cak-cek” dan sudah terbiasa menunda! bahkan untuk hal yang kecil sekali pun. ini terjadi selain karena memang agak susah “putting more concentration and, of course effort on what i’m doing” tapi juga kurangnya kontrol terhadap godaan hal-hal yang menyenangkan, jadinya cara hidupnya “hedonis”. kalau itu semua sudah terjadi, aji yang paling ampuh kukeluarkan adalah… rasionalisasi alias ngeless… alias bikin alesan se-pintar apa pun supaya apa yang jadinya sudah kulakukan itu “make sense” parahnya, ini sudah menjalar dari hal-hal remeh temeh sampai ke hal-hal penting yang kata orang-orang itu akan menjadi “tonggak” (huh, can’t find any better word) dalam hidupku ini.

tadi sore setelah selesai bantu bersih-bersih rumah, aku pengen mandi. nah pas jalan menuju kamar mandi, nengok lah ke ruang makan. di sana sudah tersedia 1 mangkuk mie goreng, 1 mangkuk cap jay, dan sepiring ayam goreng mentega. then, you know what i did? kubelokkan arah jalanku ke ruang makan…. hummm, yummy, kuambil piring dan sendok… it happened in split of second! then suddenly all these things strucked my mind! aku sempet duduk di kursi ngeliatin semua makanan itu sambil mikir… “makan dulu ato mandi dulu? pengennya sih makan dulu… tapi enakan mandi dulu kali ya biar bersih, baru abis itu makan… uh, bau ayam goreng menteganya sudah menggoda… oh-no! tidak! it happened for the whole of my lifetime aku tidak pernah bisa menahan diri dari kesenangan yg ada di depan mataku. bahkan tidak segan mengorbankan hal-hal lain yang lebih penting.”

lalu kuputuskan untuk mandi dulu, baru makan. setelah itu, sambil nurunin makanan yg ada abis dimakan aku liat tivi… nonton film, extravaganza, sinetron, togo vs. swiss, ngenet (sekarang ini!)
padahal, ada setumpuk buku yang harus dibaca, segudang kertas2 yg harus dirapikan, sebuah impian yang selalu diharapkan untuk soon to become true “ngerjain skripsi dan lulus”, belajar lagi bahasa belanda karena derde kwartal akan mulai besok ini…

huh. menyedihkan. sudah tahu tapi tidak berusaha berubah. payah.



June 8, 2006

People’s Puppet Project Jogjakarta 2006

our puppets skeleton! ;)
Theme Song: Auld Lang Syne

Seharusnya sore ini aku dan teman-teman (People Puppet’s Project, Jogjakarta 2006) berlaga di pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta 2006, yang bertempat di Alun-Alun Utara, Keraton Jogjakarta, dengan boneka-boneka besar kami. Seharusnya sore ini kami dengan bangga mempertontonkan hasil karya kami selama 2 minggu terakhir: si ‘anti-RU APP’ cangik, si ‘bijak’ semar, si ‘pintar’ gareng, si ‘jenaka’ bagong, si ‘jahat’ banaspati, dua ekor ayam aduan raksasa kami yang siap menghampiri para penonton, dan sederetan figur-figur lainnya yang kami bangun bersama. Manusia punya rencana, Tuhan yang mengatur segalanya… Gempa dengan kekuatan 6,2 skala richter menghempas kawasan bantul, klaten dan sekitarnya di pagi hari itu. Di hari sabtu kelabu yang seharusnya menjadi hari ke-5 workshop kami.

Kalau biasanya kami berkumpul jam 9 pagi di bangsal layang-layang, padepokan bagong kussudiardja, pagi itu kami tidak melakukannya. Padahal malam sebelumnya sempat terbersit di benakku, “wah lumayan besok hari terakhir workshop untuk minggu ini, hari minggu bisa libur sehari untuk mengembalikan stamina dan siap menghadapi 2 minggu yang akan sangat padat!” Ya memang, minggu ke-2 workshop jadwalnya jauh lebih padat karena kegiatan baru akan berakhir jam 10 malam. Maklum, minggu itu dijadwalkan boneka-boneka raksasa kami sudah hampir jadi dan kami pun akan mulai merancang skenario, menggabungkan dengan musik-musik yang dengan indahnya sudah dipersiapkan oleh tim musik, bahkan memainkannya bersama-sama.

Apa daya… hari sabtu itu aku memilih untuk tetap di rumah. Getaran akibat gempa itu sangat dahsyat. Yang ada di bayanganku adalah bangsal layang-layang yang sudah rata dengan tanah dan puing-puingnya menghancurkan semua rangka-rangka boneka raksasa yang telah kami bangun hampir seminggu terakhir ini. Aku pun lebih memilih bersama orang-orang yang kucintai di saat-saat yang penuh dengan ketidakpastian itu. Pada saat yang sama berkecamuk di pikiranku, bagaimana nasib teman-teman baruku yang sebagian besar dari mereka rumahnya di daerah Bantul: Bu Yudia, Pak Landung, Pak Pur, Mbak Galuh, Eko, Andi, Mas-mas dari tim musik yang aku tidak tahu namanya…

Minggu malam aku mendapat sebuah sms dari mbak galuh (koordinator PPP Jogjakarta 2006), besok pagi (senin pagi, h+3 gempa) kami diundang untuk berkumpul karena teman-teman dari Snuff Puppets akan kembali ke Australia, mereka ingin berpamita. Sedih? Jelas… meskipun hanya seminggu aku mengenal mereka (SP + teman-teman di workshop) tapi seluruh proses yang kami lalui membuat aku merasa telah mengenal mereka bertahun-tahun. they are so nice!!! =)

Senin pagi itu rasanya enggan ingin berangkat ke padepokan, tapi daripada aku menyesal tidak bisa melalui saat-saat perpisahan dengan teman-teman, aku berangkat juga ke padepokan. Di sana Desi, Putut, Alexis, Ria, Meta, Ian, Andy, James, Danielle, Bu Jeannie, Mbak Cempluk, Mas Chindil dan banyak lagi teman-teman sudah berkumpul. Beberapa berita menyedihkan kudapatkan, rumah mbak Galuh rata tanah… :( mas **** (lupa namanya) kejatuhan eternit rumahnya ketika melindungi istrinya. Kami semua cemas, tidak ada kabar dari Bu Yudia (rumah dia jauh di selatan, Pundong) sampai ada dering telpon di telpon Pak Landung dan itu dari Bu Yudia. Rumahnya luluh lantak dan dia pun masih menangis… Oh Tuhan, semoga ini adalah cobaan dari-Mu, bukan azab-Mu.

Kami semua melepas kepergian Ian, Danielle, Andy dan James dengan rasa sedih dan ganjalan di hati. Mereka menuju Denpasar (via Adisumarmo, Solo) siang itu. Rabu mereka akan kembali ke Australia.

People’s Puppet Project tidak batal… tapi ditunda, setahun lamanya.
Sampai jumpa lagi di Pembukaan FKY 2007.

Auld Lang Syne

Should auld acquaintance be forgot
And never brought to mind
Should auld acquaintaince be forgot
And auld lang syne.

For auld lang syne, my dear,
For auld lang syne,
We’ll tak’ a cup o’ kindness yet
For auld lang syne.

And surely you’ll be your pint stowp
And surely I’ll be mine,
And we’ll drink a richt guid willy waught
For auld lang syne.

We twa hae run aboot the braes
And pu’d the gowans fine,
But we’ve wandered monie a wearie fit’
Since auld lang syne.

We twa hae paidled in the burn
Frae morning sun till dine
But seas a’tween us braid hae roared
Since auld lang syne

And here’s a hand my trusty fere
And gie’s a hand o’ thine
And we’ll tak’ a cup o’ kindness yet
For auld lang syne.